Rabu, 23 Maret 2011

Manusia dan penderitaan

Penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contoh yang gamblang dapat dapat dicatat disini adalah tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya. Keadaan demikian, sebelum Kierkegaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, Kierkegaard mencoba mencari “hubungan” dengan Tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai seorang filsuf eksistensial yang besar.
Penderitaan Nietzsche (1844-1900), seorang filsuf Prusia, dimulai sejak kecil, yaitu sering sakit, lemah, serta kematian ayahnya ketika ia masih kecil. Keadaan ini menyebabkan ia suka menyendiri, membaca dan merenung diantara kesunyian sehingga ia menjadi filsuf besar.
Lain lagi dengan filsuf Rusia yang bernama Berdijev (1874-1948). Sebelum dia menjadi filsuf, ibunya sakit-sakitan. Ia menjadi filsuf juga akibat menyaksikan masyarakatnya yang sangat menderita dan mengalami ketidakadilan.
Sama halnya dengan filsuf Sartre (1905-1980) yang lahir di Paris, Perancis. Sejak kecil fisiknya lemah, sensitif, sehingga dia menjadi cemoohan teman-teman sekolahnya. Penderitaanlah yang menyebabkan ia belajar keras sehingga menjadi filsuf yang besar.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Contoh lain ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).

Menurut saya sendiri memang penderitaan seakan tak bisa dipungkiri ketika seseorang mendapatkan masalah atau musibah,namun dari penderitaan tersebut akan muncul sesuatu yang lebih menguatkan antara ciptaan dengan pencipta nya.Bisa saja dari penderitaan tersebut tuhan mempunyai maksud yang lain entah menjadikan kita lebih tegar dalam dan menaikkan derajat kita dimata tuhan.

Jumat, 25 Februari 2011

Cinta Kasih Bukan sekedar C.I.N.T.A

       Menurut kamus umum bahasa indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang kepada, ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. oleh karena itu, arti cinta kasih hampir bersamaan sehingga kata kasih memperkuat kata cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Dalam pengertian cinta kasih, walaupun hampir bersamaan tetapi ada perbedaan antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalam rasanya, sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
       Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono dikatakan bahwa cinta mempunyai tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia dan tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi. seperti kebiasaan makan bersama tampa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang dan seterusnyaDan tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya, kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seprti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapin dirasakan oleh pasangannya dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidaka ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain daripada partnernya.
      Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan.
Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya.
      Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
• Afeksi: menghargai orang lain.
• Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
• Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
• Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
• Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
• Kinship: ikatan keluarga.
• Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
• Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
• Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
• Service: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
• Homoseks: Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).
    Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.

Rabu, 23 Februari 2011

Perbedaan antara budaya Asia dan Barat.


1. Opini
Orang Asia cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi.

2. Waktu.
Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, kalau ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan.
Orang Barat paling nggak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.

3. Gaya Hidup.
Orang Barat cenderung individualis, berbeda dengan orang Asia, kalau orang Asia khususnya Indonesia, makin senang kalau tetap deket sama keluarga, makan ora makan kumpul.

4. Hubungan.
Karena orang Barat lebih individualis, maka dalam pertemanan ataupun bersosialisasi cenderung terbatas, berbeda dengan orang Asia dimana dalam bersosialisasi atau pertemanan lebih komplek, makanya situs jejaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang Asia, khususnya Indonesia.
Kalau orang Barat sekedarnya saja.

5. Perayaan / pesta
Jika ada kenduri atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin kalau sedikit rasanya nggak afdol, bahkan ada yang buat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda, contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, mau acara pernikahan saja undangannya lewat Fax. dan nggak semua orang diundang, cukup kerabat atau teman dekat, lebih sederhana dan nggak boros biaya.

6. Terhadap sesuatu yang Baru
Orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta keblinger pengen tahu dan pengen memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja, berbeda dengan orang Asia, kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya nggak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, punya handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model.

7. Anak
Di keluarga Barat, anak dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya, sudah hidup masing-masing berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses.

8. Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Asia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.

9. Atasan / Bos
Ini yang menarik, orang Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya, nggak sedikit yang j**at p**t*t , dan sang atasannya pun senang diperlakukan seperti itu. Berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.

10. Masa Tua
Kalau orang Asia masa tua lebih banyak ngurusin cucu, kalau di Barat nggak ada namanya ngasuh cucu, paling banter sekedar temu kangen saja, karena hidupnya sudah masing-masing.

11. Transportasi.
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Asia, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.

12. Di tempat makan.
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, nggak rame dan seberisik orang Asia.

13. Wisata
Kalau lagi wisata, orang Asia paling suka photo-photo
diri, beda sama orang barat, kalau ke tempat wisata lebih suka mengamati keindahan suasana daripada photo-photo.

14. Keindahan tubuh ideal.
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, makanya sering berjemur dipantai, beda kalau orang Asia terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih, makanya di Indonesia paling laku tuh artis-artis Indo, malah nggak banyak yang kawin sama bule, biar memperbaiki keturunan.

15. Menghadapi masalah.
Kalau orang Asia lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah. Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang mau sukses ambil jalan pintas, mau bisnis sukses, main suap rekan bisnis, mau anak sukses jadi pegawai negeri, main suap sana suap sini, mau jadi caleg, asal punya duit jadi deh nomor urut 1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi anggota dewan.

16. Marah
Kalau orang Barat lagi marah, memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.

17. Tingkat stress
Rata-rata tingkat kematian orang barat lebih besar dikarenakan mayoritas tidak bisa menahan stress dan akhirnya bunuh diri,sedangkan orang timur lebih bisa menahan stress karena mempunyai keteguhan hati lebih besar.

18. Hari Minggu
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, kongkow-kongkow, beda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.

19.Panggilan keluarga
Orang asia lebih mementingkan derajat dalam keluarga,misalkan memanggil ayah,ibu,kakak,adik ada sebutan langsung tersendiri,berbeda dengan orang barat,mayoritas hanya memanggil namanya padahal orang yang paling dekat mereka harus hormati


Menurut saya, dari artikel di atas saya sangat setuju bahwa 19 perbedaan itu masuk akal,tetapi masih banyak lagi pasti perbedaan yang lainnya,walaupun begitu,kita perlu mengkaji ulang termasuk budaya manakah orang-orang Indonesia.Jelas bahwa orang Indonesia termasuk budaya timur yang menjunjung tinggi martabat dan kesopanan.namun di zaman sekarang Indonesia mulai dipengaruhi budaya barat seperti lebih sering keluar malam,lebih menarik jika berdandan ala barat2an,kalau tidak dijaga dari anak cucu kita kelak,siapa tahu Indonesia ini akan masuk budaya barat,mari kita tanamkan kembali budaya yang baik dari budaya timur dan barat,mari kita terapkapkan budaya yang baik dari kedua-duanya walaupun harus merasa gengsi,malu,dan sebagainya,setidaknya hidup ini akan menjadi lebih indah.

Jumat, 03 Desember 2010

Pelapisan Masyarakat



Pengertiannya pelapisan masyarakat dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya.
Dalam kehidupan sosial, setiap individu dihadapkan kepada individu lainya yang kemudian menciptakan sebuah kelompok yang disebut masyarakat. masyarakat tidak akan dapat terbentuk apbila tidak ada individu begitu juga sebaliknya.
Sebagai makhluk sosial,manusia banyak mengalami perubahan sosial, perubahan inilah yang akn membuat adanya perbedaan strata atau pelapisan masyarakat.
Pelapisan sosial di dalam masyaraakar ada beberapa yaitu sebagai berikut:


1. Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin ini didasarkan karena hukum alam atau yang sudah dibawa sejak lahir. Perbedaan ini tidak dapat dipengaruhi oleh kehidupan sosial.
2. Kekuasaan/Pangkat
Pelapisan ini berdasarkan pembagian kerja dan sesuai kemampuan seseorang tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Inilaj yang menyebabkan adanya pemimpin dan yang dipimpin.Sebagai contoh pemegem saham terbesar di suatu perusahaan makmur istilahnya akan mendapat kekuasaan lebih sehingga dipandang berbeda oleh orang sekitarnya
3. Pekerjaan
Setiap individu memiliki kondisi ekonomi yang berbeda itu disebabkan oleh pekerjaan yang berbeda. Misalkan dalam sebuah perusahaan memiliki banyak pelapisan sosial yaitu dari cleaning service sampai president direktur memiliki tingkatan gaji yang berbeda sesuai dengan tanggungan pekerjaan yang mereka pikul, karena tanggung jawab president direktur lebih banyak daripada seorang manajer maka penghasilan yang diterima oleh manajer lebih sedikit daripada president direktur.
4. Pendidikan
Dengan perbedaan perkejaan maka penghasilan yang diterima dalam keluarga tersebut berbeda-beda. Hal ini menyebabkan pendidikan yang didapatkan oleh para anak-anak mereka berbeda sesuai dengan biaya pendidikan yang dapat dipenuhi oleh para orang tua.
5. Agama, ras dan adat
Pelapisan ini berdasarkan kepercayaan dan keyakinan mereka baik yang telah dibawa sejak lahir maupun yang timbul setelah mereka terjun dalam kehidupan sosial.
6. Kekayaan
Kekayaan dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
.
KESAMAAN DERAJAT
Dalam masyarakat tidak hanya ada perbedaan atau pelapisan tetapi ada pada hal tertentu kita juga mengalami kesamaan derajat.
Beberapa kesamaan derajat dalam kehidupan sosial:
1. Persamaan hak dalam memberikan pendapat.
2. Persamaan hak dalam mendapatkan perlindungan hukum.
3. Persaman hak dalam mendapatkan perlakuan yang manusiawi.
4. Persamaan untuk bertanggung jawab membela negaranya.
5. Persamaan hak untuk dipilihg dan memilih.
6. dll
Dalam hal tersebut, setiap individu memiliki kesamaan derajat, contohnya saja di negara kita, Negara kita adalah negara yang menjunjung hukum, oleh karena itu dalm perlakuan hukum tidak ada mengenal strata orang tersebut apakah dia kaya atau miskin semua didepan hukum sama kedudukannya.
Dari bacaan diatas saya berpendapat bahwa sebaiknya atau memang seharusnya pelapisan itu dihapuskan,tetapi karena Negara ini masih banyak sekali yang mengalami problem-problem jadi pemerintah masih mengatasi problem-problem tersebut,seakan-akan tidak tersentuh untuk menyamaratakan lapisan-lapisan masyarakat ini,toh semua yang bernyawa pasti akan mati,sama sama akan menghadapi kematian dan dikuburnya pun pasti tidak jauh dari tanah entah orang ‘number one in the world’ atau tukang sampah yang kumuh dan bau.Semua orang mempunyai hak dan kewajiban dalam bersosialisasi.

Kamis, 25 November 2010

Negara dan Warganya

Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bhs Inggris) yang mempunyai arti ; warganegara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk, orang setanah air; bawahan.Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama negara.
Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara. Rakyat lebih merupakan konsep politis. Rakyat menunjuk pada orang-orang yang berada dibawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu.Sebagai warga negara maka ia memiliki hubungan timbal balik yang sederajat dengan negaranya.Secara teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negatif dan positif.
Peran (role) warga negara juga meliputi peran yang pasif, aktif, negatif dan positif (Menurut Cholisin, 2000)
• Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.Jadi semua warga Negara bisa memberikan peran untuk menjadikan Negara tersebut dengan lebih baik lagi.
• Peran aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama dalam mempengaruhi keputusan publik.misalkan dengan anggota DPR yang menanggung tanggung jawab kepada daerah bagian.bisa dikatakan berperan aktif jika berawal dari bertanggung jawab pada daerah bagiannya
• Peran positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup(seperti posyandu,puskesmas dan lain-lain.jadi Negara dapat terkendali dengan baik.
• Peran negatif merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam persoalan pribadi
Dari setiap Negara maupun warga negaranya pasti mempunyai hak dan kewajiban.Apa sajakah kewajiban Negara terhadap warganya?.Kewajiban negara adalah kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil, kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara , kewajiban negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat, kewajiban negara memberi jaminan sosial, kewajiban negara memberi kebebasan beribadah.Hak negara yaitu untuk ditaati hukum dan pemerintahan , hak negara untuk dibela, hak negara untuk menguasai bumi air dan kekeyaan untuk kepentingan rakyat.
Apa sajakah kewajiban Warga negaranya?,misalkan di Indonesia hubungan antara warga negara dengan negara (hak dan kewajiban) digambarkan dalam UUD 1945, Hubungan antara warga negara dengan negara Indonesia tersebut digambarkan dalam pengaturan mengenai hak dan kewajiban yang mencakup berbagai bidang.Hak Warga Negara Indonesia salah satunya terdapat di UUD 1945 pasal 34 berbunyi “Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh Negara” dan pasal 27 yang berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.(ayat 2)Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Dari semua informasi yang saya jelaskan di atas,menurut saya Negara Indonesia masih perlu memperbaiki mana yang hak dan kewajiban begitupun juga dengan warganya,alangkah indah nya negeri ini jika mematuhi peraturan dan melaksanakan kewajiban sebagai warga Negara.maka dari kewajiban Negara dan warganya akan terbalas dengan hak yang akan salig menguntungkan dan bisa menjadi Negara maju seperti Negara lain
Tidak perlu terlalu jauh untuk berfikir kewajiban dan haknya.Mulailah dengan diri sendiri,misalkan tidak membuang sampah sembarangan itu merupakan kewajiban semua warga negaranya.sementara kewajuban Negara untuk mengelola pembuangan sampah dan menempatkan pada tempat yang seharusnya.Alangkah indahnya jikalau Indonesia terlihat bersih dan indah.
Bersumber dari:
susilo.staff.fkip.uns.ac.id/files/2009/03/bahan-tayang-pkn-3.ppt

Kamis, 28 Oktober 2010

Arti Pemuda

Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri,menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas.Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo.Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa,bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan.
Pemuda bisa di ibaratkan juga sebagai persimpangan jalan,jika seorang pemuda mengambil jalan yang salah ,maka akan dicap sebagai pemuda yang buruk,bertanyalah pada kalangan selain pemuda entah anak-anak dan kaum tua agar tidak tersasar terlalu jauh dan bisa kembali ke jalan yang benar.Jika pemuda mengambil jalan yang benar,maka akan menjadi pemuda yang berguna sampai akhir hayatnya.Sangat disayangkan bila pemuda khususnya pemuda Indonesia yang hanya tawuran dan berlaku anarki.
Sebagai pemuda Indonesia,kita tidak boleh hanya bermimpi,kita juga harus berniat untuk melaksanakan mimpi tersebut,misalkan kita ingin menjadikan Indonesia sebagai bebas bencana,walaupun itu tidak bisa dipungkiri,kita harus berniat memperjuangkan rakyat Indonesia untuk siap siaga dalam,tetapi juga tidak hanya berniat,kita harus berani berbuat dengan mengandalkan diri sendiri, tidak hanya memprotes dan menyuruh kaum tua.
Belum lama kita memperingati 82 tahun Sumpah pemuda dan Belum lama kita berduka dengan tsunami di Mentawai,meletusnya gunung Merapi serta banjir bandang di Wasior,Papua.Apasih yang kita bisa ambil dari semua kejadian ini?kembalikan ke hati para pemuda saja ‘lah’
Marilah kita mengingat kembali dan merenungkan dengan serius arti 82 tahun sumpah pemuda didalam hati yang paling dalam.
SUMPAH PEMUDA
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU TANAH AIR INDONESIA!!
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU BANGSA INDONESIA!!
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBAHASA YANG SATU BAHASA INDONESIA!!
Pemuda Indonesia harus bangkit!!,pemuda adalah tulang punggung Indonesia

Kamis, 21 Oktober 2010

Apa itu Keluarga??

keluarga adalah mutiara. Begitu berharganya nilai sebuah keluarga sehingga dia disamakan dengan mutiara. Karena dari sebuah keluargalah kita lahir, tumbuh, dewasa sampai yang memandikan jenazah kita.Proses itulah kita tidak bisa lepas dari keluarga,dari mulai belajar berjalan sampai akhir hayat. Sehingga begitu dalam makna keluarga yang harus kita patrikan didalam hati kita kelak dan selamanya. Kadangkala kita dengan alasan lain mengabaikan keluarga kita. Namun kita lupa bahwa sesungguh kebahagiaan sejati bukan hanya diukur dari materi namun dari kehangatan sejati yang kita peroleh dari saling berbagi dalam kebersamaan sebuah keluarga. Buat apa materi berlimpah 7 turunan jikalau menjadi keluarga yang broken home!,sebagai contoh sang suami berselingkuh dengan perempuan lain,menelantarkan istri dan anak mereka,belum lagi anak yang terkena dampak psikis dari keluarga yang broken home,walaupun hidup mereka yang bergelimang harta,tak ada artinya dengan kasih sayang keluarga. Keluarga yang baik adalah keluarga yang bisa memahami komponen-komponen dalam keluarga itu sendiri. Fungsi keluarga buat saya adalah segala-galanya!,tempat kita kembali pulang adalah keluarga,harta yang paling bermakna adalah keluarga,keluarga juga merupakan aset buat saya,sewaktu bayi saya tidak mempunyi apa-apa kecuali keluarga,alangkah indahnya berkumpul bersama keluarga,bercanda ria,rekreasi bersama. Saya masih bersyukur mempunyai keluarga yang baik,dan saya tidak akan mensia-siakan hidup saya sampai akhir hayat.

saya mencintai mereka, saya membutuhkan mereka, saya tergantung pada mereka, saya rindu ada mereka, saya haus kasih sayang akan mereka, saya perlu semangat dari mereka, saya hidup juga karena mereka, saya berilmu karena mereka, intinya karena merekalah saya hidup!